Minggu, 08 April 2012

wawasan nasional


Wawasan Nasional

Suatu negara dan bangsa akan terikat erat apabila ada pemahaman yang mendalam tentang perbedaan dalam negara atau bangsa itu sebagai anugrah, yang pada akhirnya akan memperkaya khasana budaya negara atau bangsa tersebut. Disamping itu, perbedaan ini merupakan satu titik yang sangat rentan terhadap perpecahan jika tidak diberikan pemahaman wawasan nasional dan wawasan nusantara yang tepat bagi bangsa dan negara.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara keanekaragaman (pendapat, kepercayaan, hubungan, dsb) memerlukan suatu perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat bersatu guna memelihara keutuhan negaranya.

Suatu bangsa dalam menyelengarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya, yang didasarkan atas hubungan timbal balik atau kait-mengait antara filosofi bangsa, idiologi, aspirasi, dan cita-cita yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat, budaya dan tradisi, keadaan alam dan wilayah serta pengalaman sejarah
. Upaya pemerintah dan rakyat menyelengarakan kehidupannya, memerlukan suatu konsepsi yang berupa Wawasan Nasional yang dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah serta jati diri.

Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.

Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategik sehinga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaanya.

Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan ada tiga faktor penentu utama yang harus diperhatikan oleh suatu bangsa :
               1. Bumi/ruang dimana bangsa itu hidup.
                2. Jiwa, tekad dan semangat manusia /rakyat .
                3. Lingkungan.
Wawasan Nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.

Wawasan nasional Indonesia dikembangkan berdasarkan wawasan nasional
secara universal sehingga dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan
geopolitik yang dipakai negara Indonesia. Dan berikut beberapa paham kekuasaan :

1. Paham kekuasaan Indonesia
    Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila
    menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan :
    “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta
    kemerdekaan”.
            a. Geopolitik Indonesia
                Indonesia menganut paham negara kepulauan berdasar
                ARCHIPELAGO CONCEPT yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga
                wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai Tanah Air dan ini
                disebut negara kepulauan.
             b. Dasar pemikiran wawasan nasional Indonesia
                 Bangsa Indonesia dalam menentukan wawasan nasional mengembangkan dari
                 kondisi nyata.


Untuk itu pembahasan latar belakang filosofi sebagai dasar pemikiran
dan pembinaan nasional Indonesia ditinjau dari :
           1.  Pemikiran berdasarkan falsafah Pancasila
                Manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri,
                akhlak dan daya pikir, sadar akan keberadaannya yang serba terhubung
                dengan sesama, lingkungan, alam semesta dan dengan Penciptanya.
                Kesadaran ini menumbuhkan cipta, karsa dan karya untuk
                mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya dari generasi
                ke generasi.
            2. Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan
                Dalam kehidupan bernegara, geografi merupakan suatu fenomena
                yang mutlak diperhatikan dan diperhitungkan baik fungsi maupun
                pengaruhnya terhadap sikap dan tata laku negara ybs.
               Wilayah Indonesia pada saat merdeka masih berdasarkan peraturan
                tentang wilayah teritorial yang dibuat oleh Belanda yaitu “Territoriale Zee
                en Maritieme Kringen Ordonantie 1939” (TZMKO 1939), dimana lebar laut
                wilayah/teritorial Indonesia adalah 3 mil diukur dari garis air rendah
                masing-masing pulau Indonesia.
            3. Pemikiran berdasarkan Aspek Sosial Budaya
                Budaya/kebudayaan secara etimologis adalah segala sesuatu yang
                dihasilkan oleh kekuatan budi manusia. Kebudayaan diungkapkan
                sebagai cita, rasa dan karsa (budi, perasaan, dan kehendak).
            4. Pemikiran berdasarkan aspek kesejarahan
                Perjuangan suatu bangsa dalam meraih cita-cita pada umumnya tumbuh
               dan berkembang akibat latar belakang sejarah. Kerajaan Sriwijaya dan
               Majapahit landasannya adalah mewujudkan kesatuan wilayah, meskipun
               belum timbul rasa kebangsaan namun sudah timbul semangat bernegara.

Batas laut teritorial adalah 12 mil diukur dari garis yang menghubungkan
               titik-titik ujung yang terluar pada pulau-pulau negara Indonesia.
             - Sesuai dengan Hukum Laut Internasional yang telah disepakati oleh PBB
               tahun 1982. Wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan tiga macam,
               yaitu zona Laut Teritorial, zona Landas kontinen, dan zona Ekonomi
               Eksklusif.
               a. Zona Laut Teritorial
               Batas laut Teritorial ialah garis khayal yang berjarak 12 mil laut
               dari garis dasar ke arah laut lepas.
                b. Zona Landas Kontinen
                Landas Kontinen ialah dasar laut yang secara geologis maupun
                morfologi merupakan lanjutan dari sebuah kontinen (benua). Kedalaman
                lautnya kurang dari 150 meter. Indonesia terletak pada dua buah landasan
                kontinen, yaitu landasan kontinen Asia dan landasan kontinen Australia.
               Adapun batas landas kontinen tersebut diukur dari garis dasar, yaitu
               paling jauh 200 mil laut.
               c. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
               Zona Ekonomi Eksklusif adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut
               terbuka diukur dari garis dasar.

               5. Pemikiran berdasarkan Aspek Sosial Budaya
               Budaya/kebudayaan secara etimologis adalah segala sesuatu yang
               dihasilkan oleh kekuatan budi manusia. Kebudayaan diungkapkan
               sebagai cita, rasa dan karsa (budi, perasaan, dan kehendak).
               6.  Pemikiran berdasarkan aspek kesejarahan
               Perjuangan suatu bangsa dalam meraih cita-cita pada umumnya tumbuh
               dan berkembang akibat latar belakang sejarah. Kerajaan Sriwijaya dan
               Majapahit landasannya adalah mewujudkan kesatuan wilayah, meskipun
               belum timbul rasa kebangsaan namun sudah timbul semangat bernegara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar