Minggu, 27 April 2014

Cara Mengatasi Fraud Dalam Laporan Keuangan



Setiap perusahaan baik perusahaan dagang ataupun perusahaan jasa pastilah memiliki kemungkinan akan terjadinya suatu fraud dalam pengelolaan sebuah laporan keuangan. Hal ini dikarenakan kurang tingkat kesadaran dan rasa tanggung jawab pihak terkaitnya. Hal ini bias berakibat dalam segala arah baik kepada perusahaan tersebut, kerugian yang dapat membuat perusahaan bangkrut, ketidakpercayaan para customer dan mungkin masih banyak hal lainya.
Apalagi semakin banyaknya kebutuhan merekrutmen seorang pegawai sehingga terkadang perusahaan hanya menilai dalam segi pendidikanya bukan dari segi akhlak dan tanggung jawabnya. Terkait hal ini membuktikan membuat kita harus berfikir bagaimana cara mengurangi dan mengatasi suatu fraud ini.
Adapun fraud memiliki suatu arti yaitu kecurangan, namun pengertian ini telah dikembangkan lebih lanjut sehingga mempunyai cakupan yang luas. Black’s Law Dictionary Fraud menguraikan pengertian fraud mencakup segala macam yang dapat dipikirkan manusia, dan yang diupayakan oleh seseorang, untuk mendapatkan keuntungan dari orang lain dengan saran yang salah atau pemaksaan kebenaran, dan mencakup semua cara yang tidak terduga, penuh siasat. Licik, tersembunyi, dan setiap cara yang tidak jujur yang menyebabkan orang lain tertipu. Secara singkat dapat dikatakan bahwa fraud adalah perbuatan curang (cheating) yang berkaitan dengan sejumlah uang atau properti.
Apapaun itu defenisinya, menurut saya fraud tetaplah fraud, dimanapun itu dilakukan, baik dilingkungan swasta maupun di sektor publik. Motifnya sama, yaitu sama-sama memperkacaya diri sendiri/golongan dan modus operandinya sama, yaitu dengan melakukan cara-cara yang illegal.
Dalam mencegah dan mendeteksi suatu fraud sesungguhnya bahwa pihak-pihak yang terkait didalamnya yaitu manajemen puncak, akuntan. Setiap pihak tersebut harus memiliki kesadaran, kejujuran dan rasa tanggung jawab atas kepercyaan yang telah diamanati olehnya. Dan juga penting adanya suatu audit atas laporan keuangan agar dapat secara langsung dievaluasi dan dilhat apakah terjadi suatu kecurangan atau tidak.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar