Minggu, 23 Maret 2014

REVIEW JURNAL

Identitas artikel 
Judul : PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD           PADA PT. PLN (PERSERO) 
Sumber  : Laporan PT.PLN (persero) 
               

BAB I
PENDAHULUAN



  1.1 LATAR BELAKANG
           
        Seluruh perusahaan menginginkan karyawan yang memiliki kemampuan terlatih yang tinggi dalam menjalankan setiap tugas dan semua kegiatan yang terdapat dalam perusahaan. Selain itu, tingkat motivasi dan loyalitas karyawan terhadap suatu perusahaan juga sangat diperlukan. Oleh karena itu, untuk membuat kemampuan karyawan agar lebih berkompeten dan berwawasan dalam menjalankan tugas dan memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan, perusahaan perlu melakukan penilaian kinerja. adapun metode yang digunakan untuk menilai kinerja adalah dengan menggunakan metode Balanced Scorecard.


BAB II
RUMUSAN MASALAH
     
    Seperti apa kinerja perusahaan PT PLN (Persero) dilihat dari empat perspektif Balanced Scorecard yaitu :
·         perspektif keuangan
·         pelanggan
·         proses bisnis internal
·         serta pembelajaran dan pertumbuhan pada tahun 2009



BAB III
TUJUAN PENELITIAN

·         Untuk mengetahui penilaian kinerja perusahaan Balanced Scorecard yang dilihat dari  perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.

BAB IV
PEMBAHASAN
·         PERSPEKTIF KEUANGAN

ANALISIS RASIO
2007
2008
2009
ANGKA STANDAR
Current Ratio
 52%
164 %
719 %
311 %
Cash Ratio
7,4 %
21 %
53 %
27 %
Collection Period
9,3 X
3,8 X
2,4 X
5,2 X
Perputaran Persediaan
3,4 X
1,94 X
5,7 X
3,68 X
Total Aset Turnover
1,83 X
2,04 X
2,20 X
2,02 X
Debt to Equity Ratio
9,05 %
9,87 %
9,90 %
9,60%
Debt to Total Asset Ratio
15,02 %
18,13 %
17,45 %
16,9 %
Net Profit Margin
91,5 %
90,77 %
92,07 %
91,45 %
Return On Investmen
166 %
184 %
199,3 %
183,1 %

·            PERSPEKTIF PELANGGAN
1.   Pengukuran Inti Pelanggan :
Ø  Pangsa Pasar
                Dihitung menggunakan data jumlah pelanggan dan penjualan pada tahun 2008 dan 2009. Berdasarkan hasil, pangsa pasar perusahaan dari berbagai golongan pelanggan yaitu rumah tangga, usaha, industri, dan umum mengalami peningkatan jumlah pelanggan dari tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 2,10% dan peningkatan penjualan sebesar 4,03%. Hal ini berarti pangsa pasar perusahaan cukup baik dilihat dari segi jumlah pelanggan dan penjualan pada perusahaan tersebut.
Ø  Pemeliharaan Pelanggan
                 Dihitung berdasarkan data pelanggan pada tahun 2008 dan 2009. Hasilnya adalah sebagai berikut :
pelanggan rumah tangga meningkat sebesar 1,58%, pelanggan usaha meningkat sebesar 14,33%, pelanggan industri meningkat sebesar 1,17%, dan pelanggan umum meningkat sebesar 1,06%. Hal ini berarti bahwa, perusahaan tersebut dinilai cukup baik dalam mempertahankan pelanggannya, karena peningkatan jumlah pelanggan dari tahun 2008 dan 2009.



Ø  Kepuasan Pelanggan
                Dihitung dengan melakukan survey kepada para pelanggan dan diperoleh indeks kepuasan sebesar 8,08. Hal tersebut berarti, kepuasan pelanggan terhadap pelayanan perusahaan PT. PLN (Persero) dapat dikatakan cukup baik.
Ø  Profitabilitas Pelanggan
                Dihitung dengan membagi pendapatan netto perusahaan dengan total KWH yang terjual dan dihasilkan profitabilitas tahun 2008 sebesar 653,77% dan tahun 2009 sebesar 625,16%. Profit yang duhasilkan pelanggan cukup besar karena perusahaan tersebut tidak memiliki kompetitor sehingga pelanggan perusahaan tersebut cukup bbesar dan dengan sendirinya menghasilkan profit yang cukup besar pula.
Ø  Pengukuran Penunjang :
                Pengukuran dengan menggunakan kuesioner ini mencakup 3 (tiga) aspek yaitu, atribut jasa perusahaan, citra perusahaan, dan hubungan dengan pelanggan. Hasil dari perhitungan kuesioner tersebut adalah sebesar 3,89 yang berarti respon pelanggan terhadap atribut jasa perusahaan, citra perusahaan, dan hubungan dengan pelanggan pada PT PLN ( Persero ) dinilai baik.
·         PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL
Perspektif ini terdiri dari tiga proses bisnis utama, yaitu : proses inovasi, proses operasi, dan proses layanan purna jual. Pengukuran pada perspektif ini juga menggunakan kuesioner dimana kuesioner tersebut dibagi ke dalam tiga proses bisnis utama.



·         PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL
Hasil dari masing-masing kuesioner tersebut adalah sebagai berikut :
  • proses inovasi sebesar 4,20
  • proses operasi sebesar 4,10
  • proses layanan purna jual sebesar 4,20

        Dari hasil kuesioner tersebut mencerminkan bahwa perusahaan tersebut dapat memberikan yang terbaik dalam hal inovasi perusahaan, penyampaian yang baik kepada pelanggan, dan pelayanan yang baik kepada pelanggannya.
·         PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN
         Dalam Perspektif ini cara pengukuranya dengan menggunakan kuesioner dimana yang diukur ada dua aspek perspektif, yaitu : tingkat kepuasan kerja dan motivasi, pemberdayaan, serta keserasian karyawan.

         Hasil dari masing-masing kuesioner tersebut adalah sebagai berikut :
  • tingkat kepuasan kerja sebesar 4,23
  • motivasi, pemberdayaan dan keserasian karyawan sebesar 4,22

dengan hasil kuesioner diatas didaptkan hasil bahwa karyawan sangat termotivasi untuk berusaha memajukan perusahaan apabila diseimbangi atau lebih tinggi tingkat kepuasan yang didapatkan karyawan dari perusahaan tersebut.

BAB V
KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat kita ambil dari pembahasan ini dengan pengukuran tingkat kinerja karyawan dengan menggunakan metode Balanced Scorecard yang dilihat dari empat perspektif, yaitu :
1.    Dalam perspektif keuangan perusahaan mampu melunasi kewajiban jangka pendek,   berhasil meningkatkan efisiensi dana yang tertanam meskipun keuntungan belum maksimal.
  1. Dalam perspektif pelanggan dari pengukuran inti dan pengukuran penunjang menghasilkan respon yang baik dari pelanggan terhadap perusahaan.
  2. Dalam perspektif proses bisnis internal, perusahaan berhasil menjalankan proses inovasi, operasi, dan layanan purna jual dengan baik.
  3. Dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, perusahaan cukup berhasil meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar