Senin, 07 April 2014

Laporan Keuangan Konsolidasi, Teknik & Prosedur Konsolidasi

A.    Pengertian laporan keuangan konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi adalah Laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan-akan entitas-entitas individual tersebut merupakan satu entitas atau perusahaan satu perusahaan.

a.       Tujuan laporan keuangan konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi disusun memiliki tujuan yaitu agat dapat memberikan suatu gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan yang terdiri dari sejumlah perusahaan yang memiliki hubungan istimewa, yang dimana laporan keuangan konsolidasi diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan. dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga. Konsolidasi diharuskan jika satu perusahaan memiliki mayoritas saham beredar dari perusahaan lain.

b.      Manfaat laporan keuangan konsolidasi

·         Dapat memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan di bawah kendali induk perusahaan, kepada para pemegang saham, kreditor dan peyedia dana lainnya.
·         Dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan, baik mengenai operasi gabungan dari entitas konsolidasi dan juga mengenai perusahaan individual yang membentuk entitas konsolidasi.

c.       Kekurangan laporan keuangan konsolidasi

·         Dapat menyembunyikan kinerja perusahaan individu yang tidak bagus dengan kinerja perusahaan lain yang bagus.
·         Tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk dividen induk perusahaan, begitu pula dengan aktiva
·         Banyaknya informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memberikan penyajian yang wajar.

d.      Masalah-masalah Umum yang Dihadapi Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
Dalam penyusunan laporan keuangan sering timbul suatu masalah seperti berikut    ini :
·         Periode di mana laporan / neraca konsolidasi tersebut disusun
contohnya : penyusunan neraca konsolidsi sesaat setelah terjadi pemilikan saham-saham, berbeda dengan neraca konsolidasi yang disusun satu tahun (periode) kemudian berhubung telah terjadinya perubahan-perubahan di dalam pos-pos neraca.
·         Jumlah saham yang dimiliki oleh perusahaan induk, dan harga perolehan (pengorbanan) yang telah dikeluarkan untuk memperoleh saham tersebut.

Dan untuk menghadapi dan mengatasi masalah ini harus digunakan jurnal koreksi untuk mengkoreksi semua hal dalam laporan keuangan konsolidasi.

e.       Teknik dan Prosedur Konsdolidasi

·         Mengeliminasi semua rekening timbal balik (Reciprocal Account)
·         Menyusun Kertas Kerja (Worksheet). 

f.       Metode-metode yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi

·         Metode ekuitas
metode ekuitas pada dasarnya memandang investasi Induk Perusahaan terhadap Anak Perusahaan sebagai sesuatu penyertaan modal sehingga jika aktiva bersih Anak Perusahaan berubah karena kegiatan operasionalnya, secara otomatis akan menyebabkan perubahan pada nilai investasi induk Perusahaan. 
·         Metode Ekuitas Tidak Lengkap
Jika metode ekuitas diterapkan secara benar ,laba bersih perusahan induk adalah sama dengan laba bersih konsolidasi,dan saldo laba perusahaan induk adalah sama dengan saldo laba konsolidasi.
·         Konsolidasi dengan Metode Biaya (Cost Method)
Pada Metode Biaya, yang dipakai untuk mencatat investasi saham-saham Anak Perusahaan, maka hanya dividen atas saham-saham tersebut (yang telah dibagikan oleh Anak Perusahaan) yang diakui sebagi pendapatan (revenue) oleh Induk Perusahaan.

g.      Susunan Ayat Jurnal Dalam Kertas Kerja
Dengan bertambahnya kompleksitas proses konsolidasi, susunan penyesuaian dan eliminasi pada kertas kerja dapat diperluas ke hal – hal berikut :
a.       Penyesuaian terhadap kesalahan san pengabaian dalam laporan keuangan perusahaan induk dan perusahaan anak yang terpisah.
b.      Penyesuaian untuk mengeleminasi laba dan rugi antar perusahaan.
c.       Penyesuaian untuk mengeliminasi laba dan deviden dari perusahaan anak dan menyesuaikan investasi dalam perusahaan anak dengan saldo awal periode.
d.      Penyesuaian untuk mencatat hak minoritas pada laba dan deviden perusahaan anak.
e.       Mengeliminasi saldo investasi dalam perusahaan anak dan ekuitas perusahaan anak.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar