Jumat, 04 Juli 2014

KONTINUITAS DIDALAM LAPORAN KEUANGAN YANG DIKONSOLIDASIKAN Dan LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PADA PERUSAHAAN DAGANG DAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR




Pengertian laporan keuangan yang dikonsolidasikan
Laporan Keuangan Konsolidasi adalah Laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan-akan entitas-entitas individual tersebut merupakan satu entitas atau perusahaan satu perusahaan.
Laporan Keuangan Konsolidasi diperlukan apabila salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain, dan sebaliknya laporan keuangan konsolidasi tidak diperlukan apabila satu perusahaan tidak memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. 


Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi
Adapun maksud dan tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi disusun, yaitu agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan  yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa, dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pemakai Laporan Keuangan mengenai data keuangan dari suatu kelompok perusahaaan dalam kelompok tersebut merupakan suatu entitas hukum yang terpisah satu sama lain.

Adanya Kontinuitas didalam Laporan Keuangan yang Dikonsolidasikan
            Meskipun sasaran yang hendak dicapai dari kegiatan akuntansi dari masing-masing anggota perusahaan afiliasi bukanlah untuk menyusun laporan keuangan yang dikonsolidasikan. Namun demikian harus tetap dipertahankan sifat kontinuitas laporan keuangan yang dikonsolidasikan. Adanya kontinuitas yang dimaksud adalah bahwa saldo rekening-rekening yang tercantum dalam neraca konsolidasi pada suatu saat merupakan kelanjutan dari pada saldo rekening-rekening sama dalam neraca konsolidasi yang disusun pada akhir periode sebelumnya. Atau dapat diusut kembali melalui berbagai mutasi yang telah terjadi  sebagai akibat transaksi dalam perusahaan afiliasi untuk periode akuntansi yang bersangkutan ke saldo rekening-rekening yang sama dalam neraca konsolidasi pada akhir periode sebelumnya.
Demikian pula pada laporan laba ditahan yang dikonsolidasikan saldo laba yang yang ditahan untuk masing-masing kelompok pemegang saham pada akhir periode terdiri dari saldo laba yang ditahan akhir periode sebelumnya ditambah bagian laba masing-masing pemegang saham dan dikurangi dengan jumlah deviden yang dibagikan. Apabila neraca konsolidasi disusun atas dasar neraca individual eliminasi terhadap transaksi jual-beli barang-barang dagang antar perusahaan afiliasi terbatas hanya sebesar rugi/laba bersihnya melainkan harus seluruh jumlah hasil penjualan disatu pihak dan seluruh harga pembelian dipihak yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar